Jumat, 19 September 2014

Muslimah, Haruskah Kau Menangis Karena Jomblo ?












Ada banyak sekali persoalan yang membuat kita galau, terutama soal jodoh. Apalagi bagi kaum hawa, jodoh seringkali menjadi persoalan yang sangat URGENT.
  • Ada yang sudah cukup umur tapi belum menemukan jodohnya.
  • Ada yang sudah menemukan jodoh, tapi terkendala izin orangtua dan masalah finansial.
  • Ada juga yang sibuk ‘mengkompetisikan’ lawan jenis sampai dia merasa menemukan jodoh yang paling tepat.
  
Fenomena jodoh memang bermacam-macam, mengharapkan jodoh memang tidak salah. Dalam Islam, Alloh SWT mengakomodir perasaan cinta kepada lawan jenis dengan ikatan suci yaitu sebuah pernikahan.
Menjadi sesuatu yang menyengsarakan jiwa ketika seseorang terus menerus mengeluh dan mengadukan
keresahannya pada Alloh, 
“Ya Alloh Siapakah Jodohku?”. 
Ia berharap Alloh akan segera memberikan jawaban-Nya dengan mengirimkan seorang jodoh.
Belum lagi perasaan tidak enak ketika disebut seorang jomblo. Seringkali dikatakan “kok jomblo?
Gak laku ya!” Atau “ikh ga gaul banget sih ga mau pacaran?”

Namun apakah seseorang yang belum menemukan jodoh itu harus menangis, bersedih hati bahkan mengutuk Alloh karena hal itu?

Padahal Alloh sudah menjanjikan loh.. dalam Q.S. An-Nur : 24-26


 يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤) يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ (٢٥) الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (٢٦

Terjemah Surat An Nur Ayat 24-26


24. Pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.  

25. Pada hari itu, Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka, dan mereka tahu bahwa Allah Mahabenar lagi Maha Menjelaskan.

26. Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)
Ayat 23-26: Perintah agar tidak bersumpah untuk meninggalkan perbuatan yang baik, bersihnya wanita salihah, dan bahwa balasan disesuaikan dengan ukuran amalan.
إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (٢٣) يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤) يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ (٢٥) الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (٢٦
Terjemah Surat An Nur Ayat 23-26
23. [1]Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik-baik, yang lengah[2] lagi beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat[3], dan mereka akan mendapat azab yang besar[4],
24. Pada hari[5], (ketika) lidah, tangan dan kaki[6] mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
25. Pada hari itu, Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka[7], dan mereka tahu bahwa Allah Mahabenar[8] lagi Maha Menjelaskan.
26. Perempuan-perempuan yang keji[9] untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik[10], dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu[11] bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan[12] dan rezeki yang mulia (surga)[13].
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-nur-ayat-23-31.html#sthash.2Im2Itqe.dpuf
Ayat 23-26: Perintah agar tidak bersumpah untuk meninggalkan perbuatan yang baik, bersihnya wanita salihah, dan bahwa balasan disesuaikan dengan ukuran amalan.
إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (٢٣) يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤) يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ (٢٥) الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (٢٦
Terjemah Surat An Nur Ayat 23-26
23. [1]Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik-baik, yang lengah[2] lagi beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat[3], dan mereka akan mendapat azab yang besar[4],
24. Pada hari[5], (ketika) lidah, tangan dan kaki[6] mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
25. Pada hari itu, Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka[7], dan mereka tahu bahwa Allah Mahabenar[8] lagi Maha Menjelaskan.
26. Perempuan-perempuan yang keji[9] untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik[10], dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu[11] bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan[12] dan rezeki yang mulia (surga)[13].
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-nur-ayat-23-31.html#sthash.2Im2Itqe.dpuf
Ayat 23-26: Perintah agar tidak bersumpah untuk meninggalkan perbuatan yang baik, bersihnya wanita salihah, dan bahwa balasan disesuaikan dengan ukuran amalan.
إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (٢٣) يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (٢٤) يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ (٢٥) الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (٢٦
Terjemah Surat An Nur Ayat 23-26
23. [1]Sungguh, orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan baik-baik, yang lengah[2] lagi beriman (dengan tuduhan berzina), mereka dilaknat di dunia dan di akhirat[3], dan mereka akan mendapat azab yang besar[4],
24. Pada hari[5], (ketika) lidah, tangan dan kaki[6] mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
25. Pada hari itu, Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka[7], dan mereka tahu bahwa Allah Mahabenar[8] lagi Maha Menjelaskan.
26. Perempuan-perempuan yang keji[9] untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik[10], dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu[11] bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan[12] dan rezeki yang mulia (surga)[13].
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-nur-ayat-23-31.html#sthash.2Im2Itqe.dpufDaripada meratapi kesendirian,
Banyak banget hal yang bisa kamu lakukan sambil menyiapkan diri bertemu sang jodoh. Salah
satunya dengan menjadikan diri sebagai seseorang yang layak dicintai, bukan karena keindahan
fisik yang akan luntur oleh waktu, akan tetapi keindahan akhlak yang akan bertahan dan menghantarkan pasangan untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta Alloh SWT.

Nih ada beberapa tips menjadikanmu seseorang yang layak dicintai, diantaranya:
 
 * Perbaiki Keimanan

Seseorang yang memiliki iman yang kuat akan senantiasa berserah diri kepada Alloh dan bersabar. Seseorang yang layak dicintai adalah seseorang yang menghidupkan Alloh dalam jiwanya, membahana ke dalam seluruh sanubarinya, meluap dari setiap ucapannya, tercermin dalam perilakunya, sehingga iman menempati pilar kokoh yang membentengi prinsipnya. Iman mendasari hidupnya, termasuk dalam menemukan jodoh yang dilakukan atas dasar lillahi saja.
 
* Bersifat dan Bersikap mulia

Rendah hati, menepati janji dan dapat dipercaya, taat beribadah, berpikiran positif. Tentunya kita harus rendah hati bukan rendah diri. Menjauhi kesombongan dan menjauhi perasaan lebih dari
orang lain. Sibukkan diri meningkatkan potensi diri. Mumpung masih sendiri, ya pergunakan saja waktu untuk hal-hal yang lebih positif. Mengejar cita-cita yang belum tercapai, mengembangkan bakatyang masih terpendam. Atau bahkan mencoba hal-hal baru yang tentunya harus ada nilai ibadahnya ya. Karena belum tentu sesudah kita memiliki pasangan kita masih memiliki waktu untuk melakukan hal-hal itu.

Nah, seperti itulah sahabat! tulisan ini memang bukan saya yang menulis akan tetapi dari seorang sahabat lama saya yang memiliki hati yang mulia bernama Aisah Maulana Sholihin 
Mungkin ini bisa di jadikan bahan renungan untuk teman-teman, saya, dan juga penulisnya sendiri. Ketika kita berharap dipertemukan dengan jodoh yang mulia, maka berusahalah dari sekarang untuk memuliakan diri. Karena janji Alloh: orang baik akan dipertemukan dengan orang baik. Muhammad-kan dirimu, agar Alloh meng-Khadijahkan jodohmu. Fathimah-kan dirimu, agar Alloh meng-Alikan pasanganmu.

Wallohu a’lam bishowwab.
salam regards
Tangerang 20 september 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar